Showing posts with label Ekor Ular. Show all posts
Showing posts with label Ekor Ular. Show all posts

Sunday, April 30, 2017

Pria Ini Membelah Ekor Ular Derik yang Kerap Berbunyi, Isinya Mengejutkan

Ular, dari mendengar namanya saja kita sudah merinding.Ya, hewan melata yang satu ini memang mengerikan selain bentuknya yang bersisik.Sebagian besar ular di muka bumi memiliki bisa yang dapat amat berbahaya bagi manusia.

Bisa ular memang terbagi menjadi beberapa kategori mulai yang tidak berbahaya, medium atau cukup berbahaya sampai yang sangat berbahaya.Hingga mampu membunuh manusia hanya dengan beberapa tetes.Satu diantaranya adalah ular derik (rattlesnake) merupakan ular yang umumnya ditemui di padang pasir.

Ular derik mudah dikenali dari bunyi khas getaran ujung ekornya.Saat menyerang, ular ini mampu menyodok hingga lebih dari 2 hingga 3 panjang tubuhnya.Ular muda lebih bahaya daripada ular dewasa, ini karena ketidakmampuannya mengontrol jumlah racun yang disuntikkan.

Dilansir Elitereaders, Jumat (28/4/2016), sebagian besar spesies ular ini memiliki racun hemotoksik yang mampu menghancurkan jaringan.Dan organ tubuh serta menyebabkan gangguan pembekuan darah.Kesulitan bernapas, kelumpuhan dan pendarahan yang terus-menerus merupakan gejala umum akibat gigitan ular ini.

Jika tidak diobati dapat berakibat fatal.Sementara itu, pernahkah anda berpikir soal ekor ular derik yang kerap berbunyi ketika merasa tergaggu.Seorang pria mencoba mengungkap isi di dalam ekor ular derik yang telah mati.Bahkan ular derik yang telah mati itu, ekornya masih bisa menimbulkan suara.

Ternyata dari dalam isi ekor ular tersebut tidak ada sesuatu apapun.Diduga bunyi yang dihasilkan oleh ular derik berasal dari kulit ekornya.Penasaran?
Simak videonya ini !

Saturday, April 29, 2017

Asli: Mengerikan Inilah 10 Ular Paling Berbisa di Dunia, No 5 Malah Ular Tercepat Didunia


Ular mendengarnya saja kita sudah merinding, ya hewan melata yang satu ini memang mengerikan selain bentuknya yang bersisik sebagian besar spesies ular di muka bumi memiliki bisa yang dapat amat berbahaya bagi manusia. Bisa ular memang terbagi menjadi beberapa kategori mulai yang tidak berbahaya, medium atau cukup berbahaya sampai yang sangat berbahaya yang mampu membunuh manusia hanya dengan beberapa tetes. Berikut 10 ular yang memilki bisa paling berbahaya di dunia.
10. Ular Derik
Ular derik (rattlesnake) merupakan satu-satunya ular yang hidup di Amerika dalam daftar ini. Ular derik mudah dikenali dari bunyi khas getaran ujung ekornya. Saat menyerang ular ini mampu menyodokk hingga lebih dari 2/3 panjang tubuhnya. Ular muda lebih bahaya daripada ular dewasa karena ketidak mampuannya mengontrol jumlah racun yang disuntikkan.
Sebagian besar spesies ular ini memiliki racun hemotoksik yang mampu menghancurkan jaringan dan organ tubuh serta menyebabkan gangguan pembekuan darah. Kesulitan bernapas, kelumpuhan, dan pendarahan yang terus-menerus merupakan gejala umum akibat gigitan ular ini. Jika tidak diobati, dapat berakibat fatal.
9. Death Adder
Death adder dapat ditemukan di Australia dan Papua Nugini. Ular ini bisa berburu dan membunuh ular lainnya, termasuk beberapa ular dalam daftar ini. Ular ini tampak mirip dengan ular viper, yaitu memiliki kepala berbentuk segitiga dan pendek.
Death adder biasanya menyuntikkan sekitar 40-100 mg racun saraf. Sebuah gigitan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian dalam jangka waktu 6 jam akibat kegagalan pernapasan. Pemberian antibisa yang cepat dapat mengobati gigitan Death adder.
Keistimewaas lainnya, Death adder dapat mengambil ancang-ancang kemudian menyerang dan kembali lagi ancang-ancang hanya dalam waktu 0,13 detik. tentu ini membuatnya berpredikat sebagai ular dengan serangan tercepat di dunia.
8. Viper
Viper dapat ditemukan di setiap tempat di dunia, namun yang paling berbisa adalah saw scaled viper dan chain viper yang ditemukan di Timur Tengah, Asia Tengah ( khususnya India dan Cina ), dan Asia Tenggara. Viper termasuk ular yang cepat marah, bergerak cepat, dan umumnya aktif pada malam hari atau setelah hujan.
Saw Scaled Viper. Image by Divya Ramkrishnan
Sebagian besar jenis ular ini memeiliki racun yang menyebabkan nyeri pada tempat gigitan, dan segera diikuti dengan pembekakan hebat, serta penurunan tekanan darah dan detak jantung. Sakit parah dapat berlangsung selama 2-4 minggu. Seringkali, puncak pembekakan lokal terjadi dalam 48-72 jam pascagigitan. Kematian dapat terjadi 1-14 hari pascagigitan akibat gagal jantung dan pernapasan.
7. Kobra Filipina
Sebagian besar spesies Kobra tidak masuk dalam daftar ini, namun Kobra Filipina adalah pengecualian. Bisanya adalah yang paling mematikan dari semua spesies Kobra, dan mereka mampu menyemburkan bisanya sampai jarak 3 meter. Bisanya adalah racun saraf yang mempengaruhi fungsi jantung dan pernapasan, dan dapat menyebabkan kelumpuhan pernapasan dan kematian dalam 30 menit.
Gigitannya sebenarnya hanya menyebabkan kerusakan minimal pada jaringan, namun racun sarafnya benar-benar fatal. Gejala awal biasanya sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, pusing, pingsan dan kejang-kejang.
6. Tiger Snake
Ular macan (Tiger snake) memiliki racun saraf yang sangat ampuh. Ular ini dapat ditemukan di Australia. Kematian akibat gigitan ular ini dapat terjadi dalam waktu 30 menit, tapi biasanya membutuhkan waktu 6-24 jam.
Sebelum ditemukan antibisa, tingkat kematian akibat gigitan ular macan mencapai 60-70%. Gejala awal adalah rasa sakit lokal di kaki dan daerah leher, kesemutan, mati rasa dan berkeringat, diikuti oleh kesulitan bernapas dan kelumpuhan.
Ular macan umumnya akan lari jika bertemu dengan orang, tetapi dapat menjadi agresif saat terpojok dan menyerang akurasi yang tepat.
5. Mamba Hitam
Ular Mamba hitam di seluruh bagian benua Afrika. Ular ini dikenal sangat agresif dan menyerang denga presisi yang mematikan. Ular ini juga merupakan ular tanah tercepat di dunia, mampu bergerak dengan kecepatan mencapai 20 km/jam. Ular ini dapat menyerang dengan bisanya yang mematikan hingga 12 kali berturut-turut.
Black Mamba. Image by M.Dobiey
Sebuah gigitan mampu membunuh 10-25 orang dewasa. Bisanya adalah racun saraf yang berefek cepat. gigitannya rata-rata menyuntikkan sekitar 100-200 mg racun. Jika racun mencapai pembuluh dara, 0,25 mg racun cukup untuk membunuh manusia.
Gejala awal adalah rasa sakit daerah gigitan, kemudian kesemutan di mulut dan kaki, demam, air liur berlebihan (keluar busa dari mulut dan hidung), dan kurangnya kontrol otot. Jika korban tidak menerima perawatan media, gejala dengan cepat berkembang menjadi sakit perut parah, mual dan muntah, pucat, syok, dan kelumpuhan. Akhirnya, korban mengalami kejang-kejang, gangguan pernapasan, koma, dan kematian. Tanpa antibisa, tingkat kematiannya hampir mencapai 100% hanya dalam waktu 15 menit hingga 3 jam.
4. Taipan
Satu lagi ular dari Australia, yaitu Taipan, biasanya cukup kuat untuk membunuh sampai 12.000 marmut. Racunnya menggumpalkan darah korban sehinggah menghambat pembuluh arteri atau vena. Biasanya juga mengandung racun saraf yang kuat.
Sebelum ada antibisa, tidak ada catatan korban yang selamat dari gigitan taipan. Kematian terjadi hanya dalam waktu satu jam. Bahkan dengan antibisa pun, sebagian besar korban harus menjalani perawatan intensif. Ular taipan mirip dengan ular mamba hitam Afrika dalam morfologi dan perilaku.
3. Krait Biru
Krait biru dapat ditemukan di seluruh Asia Tenggara dan Indonesia. Diketahui 50% gigitan krait biru dapat mematikan, bahkan dengan antibisa sekalipun. Krait berburu dan membunuh ular lain, bahkan mengorbankan krait lainnya. Mereka berkembang baik pada malam hari, dan lebih agresif di kegelapan. Namun, secara keseluruhan, mereka cukup pemalu dan lebih sering bersembunyi daripada melawan.
Bisanya merupakan racun saraf yang 16 kali lebih kuat dari seekor kobra.Sebelum ditemukan antibisa, tingkat kematiannya 85%. Bahkan, jika antibisa sudah diberikan, belum tentu Anda bisa selamat. Kematian biasanya terjadi dalam waktu 6-12 jam setelah tergigit. Bahkan, kematian dapat terjadi saat korban baru dalam perjalanan ke rumah sakit akibat tidak segera mendapatkan perawatan medis.
2. Ular Eastern Brown
Ular eastern brown memiliki habitat di Australia bagian Tengah. Ular ini dapat bergerak cepat, agresif dalam kondisi tertentu, bertarung dengan lawannya, dan dapat berulang kali menyerang lawan atau mangsanya.
Eastern Brown Snake. Image by Stewart Macdonald
Eastern brown memiliki bisa berupa racun saraf dan dapat menggumpalkan darah. Dengan bisa tersebut, gigitan seekor eastern brown yang masih remaja bahkan dapat mengakibatkan kematian bagi manusia. Bisa sebanyak 2 mg cukup untuk mengakhiri kehidupan seorang manusia dewasa. Untungnya, kasus gigitan (serangan) eastern brown terhadap manusia sangat jarang terjadi. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan eatern brown yang hanya bereaksi terhadap gerakan dan cenderung tidak menyerang manusia.
1. Ular Fierce atau Inland Taipan
Ular ini memiliki bisa paling beracun dari seluruh spesies ular berhabitat di darat. Menurut penelitian, satu kali gigitan fierce, menyuntikkan bisa sebanyak 110 mg. Jumlah ini sudah cukup untuk membunuh sekitar 100 orang atau 250.000 tikus !
Fierce Snake. Image by shanetee
Bisa fierce memiliki kekuatan 10 kali bisa ular derik dari Gurun Mojave dan 50 kali lebih kuat dari bisa kebanyakan kobra. Bisa ini dapat mengakibatkan kematian pada manusia dewasa hanya dalam jangka waktu 45 menit. Untungnya, fierce tidak begitu agresif dan jarang ditemui oleh manusia di alam liar. Saat ini, belum ada laporan jatuhnya korban jiwa yang diakibatkan oleh gigitan (serangan) ular fierce.

Pria Dikepung Ribuan Ular Derik, tapi Malah Hewan Melata Ini yang Ketakutan, Ternyata Ini Sebabnya!


Bayangkan jika kamu berada di sebuah ruangan yang dipenuhi ular derik berbisa.Banyak orang yang bisa jadi ketakutan atau bahkan pingsan jika ada dalam situasi ini.Namun, berbeda dengan apa yang terjadi di kota ini.

Ribuan ular derik berbisa diletakkan di sebuah kandang.Hewan melata ini tak punya kesempatan untuk kabur.Seorang pria dengan topi koboi terlihat sedang ada di kandang yang berisi ribuan ular derik.Pria yang membawa penjapit ular ini seakan dikepung oleh hewan berbahaya ini.


Namun, ketakutan sama sekali tak terlihat di wajahnya.Ternyata, ribuan ular derik ini dikumpulkan untuk sebuah festival musim semi di beberapa daerah Amerika Serikat, melansir EliteReaders.
Festival Penangkapan Ular Derik dianggap sebagai acara keluarga yang biasa didatangi ribuan orang dari seluruh bagian negara.

Festival terbesar biasa digelar di Sweetwater, Texas dimana banyak sekali ular derik ditemukan.Perhelatan tahunan ini biasa dimulai dengan perburuan ular derik.Cara yang dipakai dalam aksi ini dianggap sangat kontroversial.

Para pemburu akan memasukkan bensin ke dalam sarang ular hingga sang hewan kebingungan.
Pada saat itulah ular-ular ini akan ditangkap.Ribuan ular dari seluruh penjuru ini kemudian dikumpulkan di sebuah kandang besar.

Usai ditimbang, bisa ular derik akan dikeluarkan dan dijual pada para peneliti dan perusahaan obat.
Penderitaan ular ini tak berakhir begitu saja.Dalam keadaan setengah hidup, mereka akan dikuliti dan diambil organ dalamnya untuk dijual sebagai obat alternatif.

Daging ular ini akan digoreng dan dijual pada para pengunjung.Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa ikut menguliti hewan berbisa ini.Orang dewasa harus membayar sekitar Rp 100 ribu jika ingin ikut menguliti dan memotong hewan ini.

Tak sampai di situ, mereka yang selesai menguliti biasanya akan membuat cap tangan dengan darah ular tersebut.Tak lupa tanda tangan dituliskan sebagai tanda keberanian mereka.Festival ular derik ini bisa menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahunnya.

Tradisi ini dianggap sebagai peredam populasi ular derik yang kian terlalu banyak.Namun, banyak aktivis penyelamat hewan menentang aksi yang dianggap sadis dan barbar ini.Ahli lingkungan juga mengingatkan bahwa aksi ini bisa merusak ekosistem yang akhirnya berdampak pada manusia sendiri.
Bagaimana menurut pendapatmu?

Sumber http://style.tribunnews.com