Showing posts with label Ibu Hamil. Show all posts
Showing posts with label Ibu Hamil. Show all posts

Saturday, June 3, 2017

Aturan Makan Mangga yang Harus Diketahui Ibu Hamil

Aturan Makan Mangga yang Harus Diketahui Ibu Hamil

Mangga memang mengandung zat besi yang baik untuk hemoglobin ibu hamil. Sayangnya, ada aturan mengonsumsi mangga yang harus diketahui ibu hamil agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Vitamin A, vitamin C, kalium, dan serat yang ditawarkan mangga dapat meningkatkan kemampuan penglihatan, kekebalan tubuh, memerangi radikal bebas dan menangkal gangguan pencernaan.

Meski mangga aman-aman saja dikonsumsi oleh ibu hamil, tapi bahan kimia yang membuat mangga matang--kalsium karbida--bila dikonsumsi berlebihan berisiko pada diabetes gestasional, diare, dan menyebabkan dehidrasi.

Seperti dikutip laman Femina.in, Jumat (14/4/2017) untuk mencegah terjadinya paparan bahan kimia tersebut, ibu hamil harus memperhatikan saat mencuci mangga.

Pastikan untuk membilas bersih mangga sebelum dan setelah dikupas. Biasanya kalsium karbida yang bewarna keabu-abuan menempel di kulit luar mangga. Hindari juga memakan daging mangga secara langsung tanpa memotong seluruh kulitnya.

Hindari juga menggunakan pisau yang sama saat mengupas dan memotong daging mangga. Sebab, sisa dari kalsium karbida bisa saja menempel di daging mangga atau tangan Anda.

Thursday, June 1, 2017

5 Tips Aman Puasa untuk Ibu Hamil

Tips Aman Puasa untuk Ibu Hamil

Beberapa penelitian menunjukkan, ibu hamil yang berpuasa selama trimester pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur atau berat lahir bayi yang rendah. Puasa selama trimester pertama kehamilan dapat membahayakan pertumbuhan janin dan menyebabkan masalah perkembangan janin.

Jika Anda termasuk wanita hamil yang berencana berpuasa  selama bulan Ramadan. Ada beberapa tips agar puasa Anda lancar, ditulis dari HTV, Selasa (30/5/2017).

1. Konsultasikan dengan dokter

Anda harus berkonsultasi ke dokter, puasa dapat berefek buruk pada tubuh tanpa pernah disadari. Puasa bisa berisiko mengancam keguguran atau kelahiran prematur.

2. Kenali gejala berbahaya

Jika Anda mengalami gejala seperti penurunan berat badan, dehidrasi berat, gangguan pencernaan, dan berkurangnya gerakan bayi di rahim segera hubungi dokter.

Kondisi ini menjadi indikasi, tubuh Anda tidak dapat mengatasi tekanan fisik puasa dan mungkin perlu berhenti puasa. 

3. Minum banyak air

Dehidrasi adalah salah satu risiko terpenting yang harus diperhatikan wanita hamil. Hal ini karena dehidrasi dapat menyebabkan penurunan aktivitas bayi di dalam rahim.

Tanda-tanda dehidrasi meliputi kelelahan, kulit kering, dan haus yang berat. Cobalah minum air sebanyak yang Anda bisa, baik selama berbuka dan sahur.

4. Perlu bersantai

Wanita hamil yang berpuasa dilaporkan mengalami tingkat stres lebih tinggi daripada mereka yang tidak. Pastikan Anda cukup tidur dan bersantai.

Hindari aktivitas fisik dan beristirahatlah secara teratur.

5. Makan makanan sehat

Hindari mengonsumsi makanan berminyak, tinggi lemak, dan makanan olahan. Hal ini karena makanan ini kurang memiliki nilai gizi dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Perbanyak makan makanan kaya serat, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan

Sunday, May 28, 2017

Tak Ingin Anak Alergi? Ibu Hamil Harus Menjauh dari Rokok

Tak Ingin Anak Alergi? Ibu Hamil Harus Menjauh dari Rokok

Merokok maupun menghirup asap rokok saat hamil meningkatkan risiko anak yang dilahirkan rentan alergi. Seperti dipaparkan dokter spesialis anak yang mendalami alergi, Zakiudin Munasir.

"Asap rokok ini mengganggu barrier pertahanan saluran pernapasan. Pada saat ibu hamil merokok, janin tidak menghirup asapnya, tapi bisa masuk lewat plasenta, dan hal ini memengaruhi bayi," kata dokter Zaki dalam acara Platinum Kids Olympics di Jakarta Selatan pada Minggu (14/5/2017).

Paparan asap rokok ini membuat bayi yang awalnya memiliki pertahanan terhadap berbagai rangsangan atau zat menjadi lebih lemah. Sehingga bisa membuat anak alergi terhadap zat atau rangsangan tersebut.

Guna menurunkan risiko alergi pada anak, dokter Zaki menyarankan ibu hamil tidak merokok selama hamil dan setelah bayi lahir. Selain itu, juga melakukan tindakan berikut:

1. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

2. Selama hamil dan menyusui, ibu tidak perlu menghindari makanan yang sering menimbulkan alergi seperti telur, kacang-kacangan, ikan, makanan laut dan susu sapi. Hindari makanan yang membuat ibu alergi saja.

3. Kenalkan makanan pada pada bayi dimulai saat usia enam bulan.

4. Tidak ada penundaan pemberian telur, kacang, ikan, dan makanan lainnya ketika Si Kecil mulai mendapat pengenalan makanan padat. Baru ketika si Kecil memperlihatkan reaksi alergi terhadap makanan tersebut hentikan pemberiannya.