Showing posts with label Ibu Mertua. Show all posts
Showing posts with label Ibu Mertua. Show all posts

Tuesday, April 4, 2017

Ibu Mertua Ini Menyuruh Menantunya Menabur Beras Setiap Hari Dijalanan, Ternyata Alasannya Sangat Mengejutkan!

Terkadang ibu mertua itu bisa jadi musuh yang paling ditakuti oleh sang menantu, tetapi terkadang ibu mertua juga bisa menjadi ibu yang kedua bagi sang menantu. Hari ini Cerpen ingin share satu cerita yang walaupun agak panjang tetapi sangat mengharukan; ada seorang wanita berusia 25 tahun yang menikah dengan seorang pria berusia 27 tahun, mereka berdua hidup dengan sangat susah karena mereka sangat miskin.
Ibu Mertua Ini Menyuruh Menantunya Menabur Beras Setiap Hari Dijalanan, Ternyata Alasannya Sangat Mengejutkan!

Ibu Mertua Ini Menyuruh Menantunya Menabur Beras Setiap Hari Dijalanan, Ternyata Alasannya Sangat Mengejutkan!

Bagi mereka, untuk melahirkan seorang anak laki-laki bukanlah hal yang gampang. Karena perawatan yang kurang baik, kedua ibu dan anak ini berada dalam kondisi yang membahayakan ketika sang ibu akan melahirkan. Sang ibu mertua pun ingin supaya menantunya bisa selamat, tetapi untungnya dokter yang menangani mereka sangat pintar sehingga kedua ibu dan anak ini bisa selamat.

Ketika sang anak ini sudah berusia 10 tahun, sang ibu hamil lagi dan kondisi yang dialaminya masih sama seperti ketika dia mengandung anak pertamanya. Karena penyakit yang dialaminya masih belum sembuh total dan efek yang dialaminya setelah melahirkan sang anak pertama masih tetap ada, ibu ini pun harus menerima kenyataan bahwa dia akan sulit melahirkan anak keduanya..Sang mertua dan suami pun berusaha membujuk sang istri untuk mengaborsi anak keduanya, tetapi sang istri tidak mengindahkannya.
Dia memutuskan untuk melahirkan anak keduanya, walaupun sang dokter telah mengatakan bahwa dia terkena kanker serviks dan tidak bisa hidup lebih dari 40 tahun.

Semenjak tahun lalu, sang ibu mertua menyuruh menantunya untuk menabur beras di jalanan, dan ketika ditanya untuk apa, sang ibu mertua tidak mengatakan apa-apa selain bahwa itu baik untuk kesehatannya. Sang menantu ini pun tetap melakukannya selama setengah tahun sampai pada suatu malam, ketika si menantu sedang menaburkan beras di jalanan sesuai dengan perintah sang mertua, dia bertemu dengan tetangganya.

Ketika tetangganya melihat sang menantu menaburkannya, dia pun bergumam tidak jelas sampai pada akhirnya sang menantunya menghampirinya dan bertanya langsung kepadanya. Tetangganya ini pun langsung berkata, "Ibu mertuamu itu orang yang baik, beras ini pasti langsung dia berikan kepadamu kan?" Sang menantu pun menganggukkan kepalanya, "Kamu tahu gak kalau menurut cerita nenek moyang, nabur beras di jalanan ini merupakan salah satu cara untuk meminjamkan nyawa. Kalau ada orang yang dengan senang hati memberikan beras hasil rendamannya sendiri kepadamu untuk kamu taburkan di jalanan, itu artinya orang yang memberikan beras itu sedang meminjamkan nyawanya untukmu."

Setelah mendengar perkataan tetanggannya ini, si menantu ini pun sangat kaget hingga meneteskan air matanya. Ibu mertuanya benar-benar orang yang sangat baik. Sejak ibu mertuanya tahu bahwa menantu menderita penyakit kanker, setiap pekerjaan rumah dikerjakan oleh si ibu mertua setiap hari sehingga sang menantu pun bisa beristirahat dengan baik di rumah. Dan sekarang sang ibu mertua menggunakan cara ini supaya sang menantu bisa tetap bertahan hidup. Walaupun cara ini terlihat seperti cara yang tidak masuk akal, tetapi bagi para petani seperti ibu mertuanya ini, ini adalah cara terbaik yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa menantunya.

 [sumber: cerpen]

Thursday, March 30, 2017

Nenek yang Menyapu di Jalan, Ketika Nenek Ini Buka Bajunya Hal yang Mengejutkan Pun Terjadi

Beritatekini.com Memiliki harta melimpah serta jabatan yang tinggi seringkali membuat seseorang menjadi sombong. Seakan-akan dirinya adalah orang terkaya dan termahsyur di dunia, sehingga kerap menyepelekan bahkan menghina orang-orang yang rendah.

Beritatekini.com Memiliki harta melimpah serta jabatan yang tinggi seringkali membuat seseorang menjadi sombong. Seakan-akan dirinya adalah orang terkaya dan termahsyur di dunia, sehingga kerap menyepelekan bahkan menghina orang-orang yang rendah.

Kisah seorang direktur dan nenek tua ini tampaknya bisa menjadi renungan.

Melansir merdeka.com, seorang wanita berusia 40 tahunan, yang baru saja menjadi direktur di sebuah perusahaan, membawa putranya datang ke kantor untuk makan bersama. Selesai makan, putranya pun membuang plastik bekas makan di lantai.

Di saat bersamaan, datang seorang nenek tua dengan sapunya dan menyapu bersih sampah yang usai dibuang bocah tersebut.

Secara mengejutkan, wanita yang baru menjabat jadi direktur ini mendatangi si nenek, lalu menyindirnya dengan perkataan yang tidak terpuji.

“Nak, sudah gede ntar rajin belajar ya, jangan jadi kayak dia lihat tuh, udah tua tapi masih ngambil sampah!” ujar si wanita sambil menyengir ke nenek tua yang sudah berkeriput itu.
Putranya yang masih belum mengerti apa-apa lantas hanya mengangguk-ngangguk.

Mendengar perkataan si wanita, nenek itu pun bertanya, “Mohon maaf, numpang nanya, kamu siapa ya di perusahaan ini?”

Dengan angkuhnya, wanita itu menjawab, “Aku direktur baru di sini… Emang kenapa?”

Nenek itu hanya mengangguk kepala saja.

Dari kejauhan tiba-tiba datang seorang pria dengan jas rapi, menghampiri sang nenek.

“Ibu CEO, rapat sebentar lagi akan berjalan, silahkan masuk ke ruangan bu.”

Nenek itu pun langsung bergegas membuka jaket lusuhnya. Di saat itulah terlihat jati diri si nenek yang sebenarnya. Ia terlihat rapi dengan baju dan jas. Dan ternyata, nenek itu adalah pendiri perusahaan di mana si wanita sombong itu bekerja.

Seketika itu pula, si nenek meminta untuk mencabut jabatan wanita sombong tersebut.

“Mas, tolong ya cabut jabatan wanita sombong ini, kita gak perlu orang sombong seperti dia di perusahaan kita, bisa berabe ntar.”

Sesuai perintah atasannya, pria itu memecat wanita itu. Wanita itu tak bisa menjawab apa-apa, dia diam seribu bahasa.

Nenek CEO itu lantas berkata ke anaknya, “Aku memecat mamamu, berharap kamu mengerti, menjadi orang besar bukan ditentukan dengan kepintaran orang itu, tetapi bagaimana kita, orang besar, mampu menghargai orang – orang yang rendah di bawah dan membantu mereka.”

Friday, March 24, 2017

Digugat Anak ke Pengadilan karena Utang, Amih: Tak Sangka Dia Tega

Beritatekini.com Ibu mana yang menyangka akan digugat ke pengadilan oleh anak kandungnya sendiri, begitu juga dengan Siti Rohaya (83) atau yang biasa dipanggail Amih. Warga Kabupaten Garut ini, tak menyangka salah satu anaknya menggugatnya ke pengadilan karena persoalan utang.

Ditemui detikcom, di rumah anak bungsunya, Leni, di Kelurahan Muara Sanding, Garut Kota, Amih mengeluarkan uneg-unegnya. Sambil menangis, ia berharap Yani dan suaminya Handoko menempuh jalur kekeluargaan.

Digugat Anak ke Pengadilan karena Utang, Amih: Tak Sangka Dia Tega

"Dia itu anak yang baik, enggak pernah ada masalah dengan saya sebelumnya. Justru saya tidak tahu apa-apa tentang kasus ini, saya enggak pernah menyangka dia akan tega," ungkapnya kepada detikcom, Jum'at (24/03/2017).

Amih mengatakan ingin kasus ini cepat beres. Amih memohon kepada Yani untuk menuntaskan kasus ini secara kekeluargaan. Di usianya yang sudah senja ini, Amih hanya berharap agar anak-anaknya kembali akur dan tidak ada permasalahan lagi.

"Kasihan Amih ini udah tua, Amih mah berharap supaya kasus ini cepet beres, bisa diselesaikan secara kekeluargaan, udah capek Amih harus terus ke pengadilan mah," katanya sambil membetulkan letak kacamatanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal pada 2001 saat salah satu anak Amih bernama Asep Ruhiyat meminjam uang kepada Yani dan suaminya Handoko sekitar Rp 42 juta pada 2001. Namun hingga saat ini belum lunas, tersisa Rp 20 juta. Saat meminjam, Asep menjaminkan sertifikat rumah Amih. 

Selang 16 tahun kemudian, Yani malah menggugat ibunya. Ia menuntut Rp 1,8 miliar untuk kerugian materiil dan non materiil. Sebelum melayangkan gugatan, Amih dipaksa tandatangan oleh Yani soal keterangan bahwa memang Amih memiliki utang.

Sumber Detik.com

Thursday, March 23, 2017

Aksi Emak-Emak Sein Kiri Belok Kanan Ini Bikin Jantung Dag-Dig-Dug

Beritatekini.com - Kebiasaan naik motor dari kebanyakan ibu-ibu memang sering membuat dag-dig-dug. Bahkan meme-meme terkait dengan fenomena ini juga sudah bertebaran sebagai bentuk keprihatinan. Apalagi soal lampu sein, seringkali mereka belok tidak sesuai dengan lampu sein yang dinyalakan.

Aksi Emak-Emak Sein Kiri Belok Kanan

Meski sudah bertebaran di mana-mana sindiran kepada emak-emak ini, nyatanya tindakan sein kiri belok kanan masih saja banyak ditemukan. Salah satunya seperti dilakukan emak-emak pengguna sepeda motor matik berplat AB ini.

Sejak pertama berhenti di trafic light, pengendara ini sudah menyalakan lampu sein kiri. Namun rupanya setelah trafic light menyala hijau, emak-emak ini dengan santainya berbelok kanan tanpa memperdulikan kendaraan lain di belakangnya. Video yang merekam aksi tidak hati-hati emak-emak berkendara tersebut kemudian diunggah akun Danang Kusuma di group komunitas warga Yogyakarta pada Kamis (23/3).

"Yang di belakangnya ati ati Ojo nyalip sek (yang di belakangnya hati-hati, jangan menyalip terlebih dahulu)," kata Danang Kusuma sembari mengunggah video berdurasi 40 detik tersebut.

Berikut potongan video aksi emak-emak sein kiri belok kanan dikutip dari akun Danang Kusuma dikutip brilio.net, Kamis (23/3).




Sumber /today

Saturday, March 11, 2017

Misteri Kematian Ibu Tien Soeharto Akhirnya Terungkap!

Misteri Kematian Ibu Tien Soeharto Akhirnya Terungkap!

BataraNews.com � 28 April 1996 silam, Indonesia mendapat kabar duka. Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto (Ibu Tien) berpulang ke Sang Khalik akibat serangan jantung mendadak tepatnya pada pukul 05.10 WIB bertepatan dengan perayaan Idul Adha.
Ironisnya, muncul isu miring ke telinga masyarakat yang menyatakan bahwa Ibu Tien meninggal akibat tertembak peluru saat Hutomo Mandala Putra (Tommy) tengah bersitegang dengan kakaknya Bambang Trihatmodjo karena berebut proyek mobil nasional.
Belum ada satu pun pihak yang mengklarifikasi kabar ini. Namun, kabar miring tersebut akhirnya terungkap dalam buku Pak Harto The Untold Stories. Kronologis kematian Ibu Tien dikupas secara lengkap oleh mantan ajudan Soeharto yang juga mantan Kapolri Jenderal Sutanto.
�Itu adalah rumor dan cerita yang sangat kejam dan tidak benar sama sekali. Saya saksi hidup yang menyaksikan Ibu Tien terkena serangan jantung mendadak, membawa ke mobil, dan terus menunggu di luar ruangan saat tim dokter RSPAD melakukan upaya medis,� kata Sutanto dalam buku tersebut.
Menurutnya, pada saat-saat terakhir itu Soeharto terus mendampingi Ibu Tien di rumah sakit. Soeharto, kata Sutanto, nampak dirundung kesedihan mendalam. Bagaimana tidak, Ibu Tien adalah sosok yang mendampingi Soeharto selama puluhan tahun.
�Sekira pukul 04.00 WIB, Ibu Tien mendapat serangan jantung mendadak. Ibu nampak sulit bernafas. Saya sendiri turut membawa Ibu dari rumah ke mobil dan selanjutnya ke RSPAD. Saat itu, selain Pak Harto, Mas Tommy, dan Mas Sigit ikut mendampingi,� tandasnya.
�Saya harap jangan sampai rumor tidak benar itu tetap dipercaya oleh sebagian orang yang hingga kini terus menganggapnya benar,� pungkasnya.


Ibu Tien dimakamkan di Astana Giri Bangun, Jawa Tengah, pada 29 April 1996 sekitar pukul 14.30 WIB. Upacara pemakaman tersebut dipimpin oleh inspektur upacara yaitu Ketua DPR/MPR saat itu, Wahono dan Komandan upacara Kolonel Inf G Manurung, Komandan Brigif 6 Kostrad saat itu. (okezone)