Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts

Monday, June 26, 2017

Bocah Brasil Klaim Bisa Sembuhkan HIV dan Kanker Lewat Sentuhan


Bocah asal Brasil ini mengklaim dirinya dapat menyembuhkan beberapa penyakit lewat sentuhannya. Alani Santos mengaku bisa berkomunikasi dengan Tuhan untuk membantunya menyembuhkan penyakit kanker, HIV/AIDS (Human immunodeficiency virus infection/acquired immunodeficiency syndrome) dan arthritis.

Alanis mengaku mendapatkan mukjizat ini dari gereja sang ayah di Favela, Gonzalos derah pinggiran Rio de Janeiro. Dikutip Dailymail, Minggu (6/4/2014) bocah delapan tahun ini pernah memposting video ke media sosial Youtube, dalam video tersebut Alani terlihat membantu wanita yang menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Alani menyentuhnya dan kemudian wanita tersebut dapat berjalan normal tanpa tongkatnya.

Video yang lain juga memperlihatkan dengan sentuhan Alani, pria yang menderita HIV selama tujuh tahun dikatakan telah sembuh dari penyakitnya.

Alani telah melakukan hal tersebut selama dua tahun belakangan. Dirinya merasa bahagia bisa membantu kesulitan orang lain. Namun hal ini bukan semata-mata untuk dipercayai oleh banyak orang, menurut Alanis, Tuhan yang punya kuasa untuk menyembuhkan makhluknya.

"Saya berdoa dan Tuhan yang melakukannya. Semuanya mukjizat dari Tuhan saya hanya perantara. Percayalah dengan Tuhan," kata Alanis. Menurut sang Ayah, Santos, putrinya hanya anak normal yang mendapatkan karunia berlebih dari Tuhan.

"Dia normal semuanya Tuhan yang menyembuhkan. Percaya atau tidak saya menyerahkan kepada orang di luar sana," kata Santos.

Situs ini juga menjual DVD dan poster, mengiklankan jadwal tur dan memungkinkan orang untuk menghubungi Alani di Skype.Berbicara kepada Guardian, Santos mengatakan: "Dia anak normal, terlepas dari karunia ini. Ini adalah Yesus yang menyembuhkan. Dia adalah instrumen".

Friday, June 23, 2017

Wanita Berisiko Tinggi Kanker Serviks jika Stres Setiap Hari

Wanita Berisiko Tinggi Kanker Serviks jika Stres Setiap Hari

Penelitian bertahun-tahun membuktikan jika stres bisa mempengaruhi kesehatan. Tapi studi menunjukkan, stres sehari-hari yang bersifat kronis pada wanita memiliki dampak yang lebih buruk daripada stres yang ditimbulkan dari peristiwa besar seperti perceraian atau kehilangan pekerjaan.

Melansir laman Nytimes, Minggu (31/7/2016), para peneliti di Fox Chase Cancer Center di Philadelphia mempelajari bagaimana stres memengaruhi kemampuan tubuh melawan human papillomavirus atau HPV.

HPV merupakan virus yang menular melalui hubungan seksual. Jika infeksi lainnya akan menghilang seiring berjalannya waktu, subtipe umum HPV seringkali bisa berubah menjadi kanker serviks.

"Infeksi HPV saja tidak cukup untuk menyebabkan kanker serviks," jelas penulis utama penelitian, Carolyn Y. Fang. "Respons imun yang efektif terhadap HPV bisa berujung pada pembersihan dan pemecahan viral infeksi HPV. Tapi beberapa wanita kurang bisa meningkatkan respons imun yang efektif terhadap HPV," lanjutnya.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam Annals of Behavioral Medicine ini, Dr Fang dan rekan-rekannya memnita 74 wanita dengan lesi prakanker serviks untuk mengisi kuesioner tentang stres yang mereka rasakan dalam bulan terakhir serta kemungkinan pengalaman hidup yang berat seperti perceraian, kematian anggota keluarga, atau kehilangan pekerjaan.

Tidak ada ketarkaitan signifikan yang ditemukan pada wanita yang dilaporkan mengalami stres berat. Tapi wanita yang sehari-harinya mengalami stres cenderung respons imun yang rendah terhadap HPV.

"Artinya wanita yang lebih sering stres bisa jadi lebih berisiko mengembangkan kanker serviks karena sistem imun mereka tidak bisa memerangi virus utama penyebab kanker serviks," ujar Dr Fang.

Monday, June 19, 2017

5 Kanker yang Sering Mengintai Wanita

5 Kanker yang Sering Mengintai Wanita

Setiap tahun, hampir 850 ribu wanita di Amerika terkena kanker. Penyakit kanker memang terdengar mengerikan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dua per tiga kematian akibat kanker di Amerika dapat dicegah.Ada lima kanker yang paling sering mengintai perempuan seperti dilansir laman Womenshealthmag, 

1. Kanker usus besar

Kanker ini sebenarnya juga paling sering mengintai laki-laki. Kabar baiknya, kanker ini bisa dicegah. Kuncinya adalah rutin mengecek tubuh secara teratur melalui tes kolonoskopi yang biasanya dimulai saat umur 50 tahun dan terus diulang setiap 10 tahun.

Selama tes yang dilakukan dengan memasukkan tabung fleksibel ke rektum, dokter juga bisa sekaligus mendeteksi dan menghapus polip sebelum mereka bisa menjadi kanker. Selain itu, bisa juga melalui tes darah dari kotoran Anda atau tes DNA tinja untuk melihat perubahan gen yang berpotensi kanker.

2. Kanker tiroid

Meski banyak wanita yang terkena kanker tiroid, tingkat kematian untuk jenis kanker ini masih bisa dibilang tetap stabil. MRI atau CT Scan akan dilakukan ketika Anda mengeluhkan nyeri leher dan migrain yang berulang.

Jika dokter mendeteksi adanya sedikit bercak hitam, tak perlu terburu-buru mengoperasinya. Namun, jika emang

tindakan operasi sangat dibutuhkan, dokter akan menghilangkan setengah dari tiroid Anda. Dengan demikian, Anda tak perlu mendapatkan hormon pengganti tiroid.

Cobalah mencari opini lain dari dokter yang berbeda jika dokter bersikeras untuk operasi meski hanya ada bercak hitam di bawah satu sentimeter. Operasi tiroid berisiko merusak pita suara dan mengharuskan Anda memakai hormon tiroid sepanjang hidup Anda.

3. Kanker endometrium

Kanker jenis ini disebut juga kanker rahim yang umumnya menyerang wanita pascamenopause atau sekitar usia 60 tahun. Sayangnya hingga kini belum ada pengecekan yang baik untuk mendeteksi awal kanker ini.

Untuk mencegahnya, cobalah menjaga berat badan Anda dan tetap sehat. Kanker endometrium dua kali lebih besar mengintai wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Sel-sel lemak mengeluarkan estrogen yang bisa memicu perubahan kaknker.

Sebaiknya, jika Anda akan menggunakan KB dan masuk dalam masa premenopause, sebaiknya pilih jenis pil selama beberapa tahun. Menggunakan pil KB selama lima tahun saja bisa mengurangi risiko kanker endometrium sebesar 25 persen.

4. Kanker paru-paru

Kanker ini telah meningkat hampir 98 persen selama empat dekade, berdasarkan American Lung Association. Yang lebih mengejutkan, lebih dari separuh kasus pada wanita adalah mereka yang tidak pernah merokok. Spesialis pencegahan kanker Therese Bevers mengatakan, paru-paru wanita menjadi lebih rentan terhadap asap rokok dan estrogen memicu sel kanker.

Untuk mencegahnya, jangan merokok dan jauhi diri dari asap rokok. Jika Anda seorang mantan perokok atau sering berada di lingkungan penuh asap rokok, segera temui dokter untuk mencari solusi mencegah kanker. Peneliti mengatakan, 325 g aspirin bisa melindungi tubuh dari kanker paru-paru akibat terpapar asap rokok.

5. Kanker payudara

Satu dari delapan wanita mengalami kanker payudara. Kabar baiknya adalah, setelah jumlah penderita naik terus selama dua dekade, jumlah wanita yang didiagnosa dengan kanker payudara mulai menurun pada 2002-2003.

Ini mungkin karena banyak wanita menggunakan terapi hormon saat gejala menopause tiba. Terlebih lagi, kanker payudara yang terdeteksi sejak dini bisa meningkatkan ketahanan hidup hampir 100 persen.

Untuk mencegahnya, rajin mendeteksi payudara dengan mammogram. The America Cancer Society merekomendasikan wanita menjalani tes ini setiap tahun terlebih saat mulai menginjak usia 45 tahun.

Sementara itu, dari segi gaya hidup cobalah untuk tetap menjaga berat badan tetap stabil dan mengurangi konsumsi lemak. Makanan dari hewan yang memiliki lemak tinggi bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Konsumsi minuman beralkohol juga meningkatkan risiko terserang kanker payudara.

Thursday, June 15, 2017

Kisah Pengantin Baru yang Terpisah oleh Kanker Viral di Malaysia

Kisah Pengantin Baru yang Terpisah oleh Kanker Viral di Malaysia

Setelah empat tahun, perjuangan Koh Ming Hao melawan sakit kanker yang dideritanya berakhir. Ia akhirnya tutup usia.Pria asal Malaysia meninggal 8 Juni 2017, sehari sebelum usianya genap 34 tahun.Koh mengembuskan napas terakhir hanya setahun setelah menikahi kekasih hatinya, Daphnie Chong.

Kisah perjuangan berat melawan kanker, kebahagiaannya menikahi sang kekasih ia tulis di laman Facebook miliknya dan menjadi viral di Negeri Jiran, Malaysia. Kematian sang suami sungguh meninggalkan luka mendalam bagi Chong. Pesan singkat ia tuliskan di dalam akun Facebooknya.

"Sampai jumpa lagi sayangku," ucap Chong seperti dikutip dari The Star, Senin (12/6/2017).Chong menceritakan, ia dan suami saling kenal sejak remaja. Mereka mulai memadu kasih pada usia 15 tahun.Namun, setelah satu dekade berpacaran, berita mengejutkan mengguncang pasangan tersebut. Koh didiagnosis terkena sakit kanker perut.

Lebih menyedihkan lagi, Koh divonis hanya akan bertahan satu tahun setelah diagnosis itu."Saya bersyukur ia tidak pergi dalam setahun (setelah diagnosis), tapi masih bisa bertahan selama tiga tahun. Sejak saat itu, kami memutuskan untuk hidup sepenuhnya setiap hari," ujar perempuan itu.

Pada Agustus tahun lalu, tepatnya tanggal 20, pasangan itu melangsungkan pernikahan."Saya tidak mau meninggalkannya, bahkan pada saat terberat dalam hidupnya. Saya ingin setiap hari bersamanya, selama sisa umurnya," tulis Chong.

Selama berjuang melawan kanker, Koh yang merupakan manajer di Microsoft Malaysia kerap dioperasi dan dan menjalani 60 kali perawatan kemoterapi.Mengalami penurunan berat badan drastis, Koh tidak patah arang. Ia tetap melanjutkan kerjanya bahkan berolahraga dan jalan-jalan.
"Dia akan selalu berada di hati saya. Dia adalah pacar dan suami terbaik untuk saya," kata Chong.

Friday, June 9, 2017

Ternyata, Satu Bahan Makanan Ini Bisa Suburkan Kanker di Tubuh

Ternyata, Satu Bahan Makanan Ini Bisa Suburkan Kanker di Tubuh

Kanker menjadi salah satu penyakit yang hadir karena gaya hidup yang salah. Namun tahukah Anda, satu bahan makanan ini ternyata mampu memberi makan sel kanker dalam tubuh? Penelitian ini mengungkapkan hal yang mengejutkan dalam pertumbuhan kanker, seperti yang dirilis oleh nbcnews.com, Kamis (8/6/2017).

Peneliti dari University of Texas, Lorenzo Cohen mengungkapkan ada satu bahan makanan yang bisa suburkan kanker dalam tubuh. Bahan makanan itu adalah gula, yang sangat umum digunakan dalam setiap masakan di seluruh dunia. Lalu gula manakah yang dapat mempercepat pertumbuhan kanker?

“Dari penelitian, terlihat fruktosa memegang peranan penting dalam proses pembesaran dibanding dengan glukosa. Fruktosa juga menunjukkan peranan penting dalam pertumbuhan tumor,” ungkap Cohen.

Penelitian ini sendiri menggunakan tikus yang sudah beresiko 30 persen menderita kanker payudara. Setelah itu, tikus ini diberikan asupan gula sebanyak standar orang Amerika dalam sehari, yaitu sekitar 36 gram. Namun gula yang diberikan memiliki perbedaan antara bagian glukosa dan sukrosa.

Hasilnya cukup mengejutkan, karena setelah tikus berumur 6 tahun, kanker payudara yang diprediksi ternyata terjadi. Tikus yang diberi konsumsi fruktosa berlebih ternyata memiliki tumor dengan ukuran yang lebih besar. Tentunya penelitian ini tidak dapat menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh manusia.

“Kita butuh glukosa, kita butuh gula. Gula sendiri merupakan sumber energi yang dibutuhkan untuk hidup. Namun yang menjadi penyebab utamanya adalah konsumsi gula yang berlebihan,” ujar Cohlen.

Salah satu cara menghindarinya adalah menerapkan gaya hidup yang sehat, dengan mengontrol konsumsi gula dengan baik. Mengganti gula dengan buah-buahan juga menjadi cara yang baik untuk mencukupi asupan gula. Sehingga resiko kanker nantinya dapat ditekan dengan gaya hidup yang tidak mengonsumsi gula secara berlebihan.