Showing posts with label Tulang. Show all posts
Showing posts with label Tulang. Show all posts

Friday, April 7, 2017

Tulangnya Patah Setiap Batuk, Fahri: 'Aku Ingin Mati Saja Bu!'

Beritatekini.com, Bandung - "Kalau begini terus, aku ingin mati saja, Bu," kata Muhammad Fahri Asidiq, bocah yang masih berusia 11 tahun kepada ibunya, Sri Astati Nursani (32).

Kata-kata tersebut diucapkan Fahri sambil menyobek foto-foto masa kecilnya saat masih bisa berjalan normal. Ucapan pilu anaknya tersebut membuat Sri sangat sedih.

Kalimat pesimistis itu terlontar dari mulut bocah yang tinggal di Jalan Cipadung RT 02 RW 04, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Sebab, dia sudah merasa tak tahan dengan rasa sakitnya di tulang."Kalau Fahri batuk, tulangnya pasti ada patah atau geser," tutur Sri saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Kamis (6/4/2017).

Sejak usia 4 tahun, tulang Fahri mendadak menjadi rapuh, akibat mengidap penyakit osteogenesis imperfecta, hingga tidak kuat lagi menopang berat tubuhnya sendiri.

Penyakit ini yang membuat Fahri tidak mampu berjalan seperti anak normal pada umumnya. Selain itu, tulang-tulangnya juga mudah patah. Sudah tidak terhitung jumlah tulang Fahri yang patah baik disengaja atau tidak.

Yang masih diingat oleh Sri di antaranya adalah 6 patahan di tulang rusuk depan, empat patahan di tulang kering dan sejumlah patahan di bahu kiri dan kanan, rusuk belakang, tangan kiri dan kanan, siku kiri, dan kanan serta bagian paha.

"Kalau tulangnya ada yang patah Fahri pasti nangis karena tulangnya kan saling tumpang. Suaranya (tulang patah) pasti terdengar cukup keras. Waktu itu cuma kena mainan, patah," kata Sri.

Saking seringnya mengalami patah tulang, Fahri terkadang menyembunyikan rasa sakitnya agar ibunya tidak khawatir dan cemas.

Diam-diam tulang yang patah diurutnya sendiri dengan tangannya hingga kembali tersambung seadanya."Biasanya kalau Fahri minta botol mau kencing, itu pasti ada apa-apa sama Fahri," tuturnya.

Sri memiliki kesabaran yang cukup besar untuk merawat anaknya seorang diri setelah suaminya menceraikan perempuan itu saat usia Fahri masih berusia 4 tahun.

Setiap hari, Sri menjajakan tisu di lokasi-lokasi wisata di Kota Bandung. Dalam satu hari, Sri bisa menghasilkan Rp 200.000.

Setengah penghasilannya untuk biaya pengobatan, terapi dan perawatan Fahri, sementara setengahnya untuk makan sehari-hari.Sri hanya bisa pasrah dan terus berupaya merawat anaknya.

"Dengan kondisi seperti ini, saya cuma berharap anak saya bisa diterima masyarakat dan disamakan dengan anak-anak lainnya," harap Sri.

Sumber tribunnews.com

Thursday, April 6, 2017

Bocah 3 Tahun yang Biasanya Lincah Ini “Tiba- tiba Lumpuh Total”, Setelah Diperiksa, “Sesuatu Mengerikan” di Telinganya!

Waspada serta hati-hati dimanapun dan kapanpun memang sangat diperlukan. Hati-hati, guys! Collin berasal dari Amerika, umurnya 3 tahun dan ia adalah seorang anak yang sangat lincah dan ceria. Namun suatu hari, Collin tiba-tiba terbaring di ranjang dan tidak bisa bergerak lagi..

Orangtua Collin, Stephanie dan Dillon sangat kaget dan langsung membawanya ke rumah sakit. Awalnya mereka mengira Collin mungkin terjatuh saat bermain dan melukai otaknya.

Sesampainya di rumah sakit, otak Collin pun langsung diperiksa dan di-scan, anehnya hasil tidak menunjukkan adanya luka pada otak. Saat para dokter masih belum bisa menemukan penyebabnya, keadaan Collin pun kian memburuk. Beberapa jam kemudian, leher Collin sudah tidak bisa berfungsi lagi sehingga tidak bisa makan dan menelan makanan.

Stephanie dan Dillon akhirnya memindahkan Collin ke rumah sakit lain, dan setelah melewati berbagai tahap pemeriksaan, dokter menduga penyebab kelumpuhan Collin bukan dari dalam, melainkan dari faktor luar. Terakhir, dokter pun menemukan (penyebab mengerikan) di balik semua ini.

Ya, semuanya karena seekor serangga parasit, yakni caplak.

Caplak ini diduga masuk ke dalam tubuh Collin dari luka, diketahui beberapa jenis caplak dapat mengeluarkan cairan racun yang dapat merusak sel saraf, racun ini tersebar melalui darah.

Saat dokter menemukan hal ini, keadaan Collin sudah sangat parah, bila dokter terlambat 30 menit lagi, maka Collin mungkin saja sudah tiada…

Dokter pun dengan cepat menjalani pengobatan pada Collin dan untungnya nyawa Collin terselamatkan. Tidak lama setelah itu, Collin pun kembali menjadi anak yang lincah dan ceria.

Stephanie dan Dillon berharap, kejadian yang menimpa anak mereka ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang. Jangan coba- coba meremehkan serangga, apalagi caplak! Meskipun kasus paralisis akibat caplak sangat jarang terjadi, tapi ada baiknya setiap kita lebih berhati-hati!

Sumber: Youtube